Jl. Lamping No. 16 Cipaganti Bandung 40161 | Telp. 022 – 82063025 / 6 | E-mail: stimb.info@gmail.com

Find us on
Home | WISUDA & DIES NATALIS

WISUDA & DIES NATALIS

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

ERIYANTI NURMALA DEWI/"PRLM"

ERIYANTI NURMALA DEWI/”PRLM”
CAKRA Khan atau Cakra Konta Paryaman (kedua kanan) berada pada jajaran wisuda STMB yang dilantik pada Sabtu (29/11/2014), di Gedung New Majestic, Jalan Braga Bandung. Cakra satu dari lulusan Program Studi S1 Seni Musik STMB.

 

BANDUNG, (PRLM).- Pernah membayangkan bagaimana pelaksanaan wisuda di sebuah panggung orkestra? Kalau tidak, tengoklah prosesi wisuda Sekolah Tinggi Musik Bandung (STIMB), Sabtu (29/11/2014), di Gedung New Majestic, Jalan Braga Bandung. Pelaksanaan wisuda ini berbeda dengan pelaksanaan wisuda pada umumnya.

Di panggung utama depan, tampak kelompok musik orkestra begitu mencuri perhatian. Para wisudawan duduk di sayap kiri panggung dan ‎jajaran Senat Akademik berada di belakang panggung. Tak ayal, orangtua wisudawan dan undangan pun dapat melihat dan merasakan suatu suasana wisuda yang berbeda. Apalagi saat kelompok orkestra mengiringi atau memainkan instrumennya.

Pada wisuda ke V dan Dies Natalis ke XIII ini, dilantik sebanyak 27 sarjana dan ahli madya untuk program studi seni musik dan program studi penyaji musik. Satu di antara sarjana prodi seni musik yang diwisuda saat itu adalah penyanyi Cakra Khan.

Ketua STMB Bucky Wikagoe dalam sambutan wisudanya mengatakan, jumlah wisudawannya sangat sedikit dibandingkan perguruan tinggi lain. Hal itu bterjadi karena tidak semua orang dapat masuk ke STMB. Calon mahasiswa STMB, kata Bucky, harus mempunyai “talent” seni dan harus mengikuti tes-tes khusus yang meliputi berbagai komponen senin.

“Oleh karena itu, saya tidak khawatir walaupun yang diwisuda jumlahnya sedikit, tetapi saya yakin justru perubahan besar biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedikit,” ujarnya optimistis.

Hal itu dibuktikan dengan lulusan STMB yang semua sudah diserap dunia kerja. Bahkan, sebelum mahasiswa itu lulus sekalipun, sudah menerima banyak “job” dan diminta perusahaan maupun industri musik dan entertain lainnya. “Saya berharap, wisudawan nanti akan memberikan ilmu yang telah dipelajari untuk dikembangkan di masyarakat yang jelas-jelas masih sangat terbuka luas,” imbuhnya.

Mengomentari peluang lulusan memenangkan persaingan di industri musik, Ronny Kusuma, Pemred Indigo Production dan Cumicumi.com mengatakan, ‎lulusan sekolah musik sangat dibutuhkan saat ini. Walaupun industri musik Indonesia saat ini sedang lesu. Tetapi kata Ronny, lulusan sekolah musik bukan hanya dibutuhkan di industri musik tetapi juga industri ekonomi kreatif.

Fenomena menunjukkan, banyak acara bersifat off air yang memerlukan kehadiran mereka. Selain itu, potret kelompok-kelompok musik saat ini, masih mengandalkan personal yang bersifat “cabutan”. Artinya, personel kelompok musk tersebut tidak paten. “Kalau semakin banyak lulusan, secara akademik kemampuannya tidak diragukan lagi. Maka kelompok-kelompok musik itu menjadi peluang,” ujarnya.

Namun Ronny mensyaratkan, seorang musisi saat ini, tidak cukup hanya mahir memainkan alat musik tetapib harus menjadi seorang pencipta, seorang kreator sehingga karena karyanya ia akan mendapatkan hak cipta. Ia mencontohkan diberlakukannya aturan royalti untuk pencipta lagu bila lagunya dimainkan di sebuah karaoke.

“Dapat dibayangkan, di Indonesia ‎ada 300.000 lebih tempat karaoke. Kalau dalam sehari lagunya diputar di 5000 tempat karaoke, berapa penghasilan dari lagu yang dibuatnya bila satu lagu royaltinya 1000. Dan royalti ini akan terus diberikan sepanjang lagu itu digemari atau dinyanyikan di tempat karaoke,” ujarnya. (Eriyanti Nurmala Dewi)***

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Latest News

SPMB 2016
SPMB 2016 Posted on Apr 27, 2015 read more
UAS Genap 2015/2016
UAS Genap 2015/2016 Posted on Apr 27, 2015 read more
VIEW ALL NEWS